Siang ini memang sedikit berbeda dengan siang-siang kemarin. Aroma matahari terasa lebih menyengat kulitku. Tak urung membuat gerah dan malas keluar rumah. Stay di rumah juga tak masalah, toh ada gitar dan kertas gambar yang akan membuatku sejenak lupa akan beberapa masalah.
Selasa, 15 Maret 2016
Rabu, 24 Februari 2016
Sehat, Na?
Kesendirian itu kawan lamaku. Sudah biasa aku bersamanya.
Kini aku berjumpa lagi dengannya, dan kami akhirnya bersama. Iya, maksudku
adalah kesendirian. Entah karena apa aku pun tak tau kenapa dia begitu akrab
dengan aku. Mungkin pribadiku menyenangkan baginya.
Rabu, 10 Februari 2016
Ahh..
Hanya mampu terduduk kaku, tak tau harus berbuat apa aku.
Telinga mendengar, mata melihat, tapi seakan tak bisa apa-apa.
Iya, aku ingin. Aku sangat ingin berbuat sesuatu.
Tapi apa?
Atau.. bagaimana?
Seakan aku berada di balik akuarium kaca,
bisa melihat semuanya tapi bisa apa?
Seakan otak pun tak bekerja,
tak bisa memikirkan apa yg mungkin ku bisa!
Sekarang tinggal pasrah saja.
Biar Tuhan sendiri yang mengaturnya.
Biar Tuhan sendiri yang tunjukkan jalannya.
Maavkan aku Tuhan, yang kurang percaya.
Telinga mendengar, mata melihat, tapi seakan tak bisa apa-apa.
Iya, aku ingin. Aku sangat ingin berbuat sesuatu.
Tapi apa?
Atau.. bagaimana?
Seakan aku berada di balik akuarium kaca,
bisa melihat semuanya tapi bisa apa?
Seakan otak pun tak bekerja,
tak bisa memikirkan apa yg mungkin ku bisa!
Sekarang tinggal pasrah saja.
Biar Tuhan sendiri yang mengaturnya.
Biar Tuhan sendiri yang tunjukkan jalannya.
Maavkan aku Tuhan, yang kurang percaya.
Selasa, 09 Februari 2016
Cinta itu .. (Part II)
Kembali membahas beberapa pertanyaan saya di postingan yang lalu,
Benarkah mencintai itu kebebasan ?
Atau adakah batasnya ?
Jika memang ada, apakah yang membatasi itu ?
Apakah umur? Status sosial? Agama? Atau karena sudah ada yang memiliki ?
Muncul banyak tanggapan, perdebatan, terlebih soal "agama". Mengenai pembahasan yang satu ini, saya hanya mencoba mengemukakan pemikiran saya, sama sekali tidak bermaksud memihak.
Benarkah mencintai itu kebebasan ?
Atau adakah batasnya ?
Jika memang ada, apakah yang membatasi itu ?
Apakah umur? Status sosial? Agama? Atau karena sudah ada yang memiliki ?
Muncul banyak tanggapan, perdebatan, terlebih soal "agama". Mengenai pembahasan yang satu ini, saya hanya mencoba mengemukakan pemikiran saya, sama sekali tidak bermaksud memihak.
Teruntuk para kawan.
Kepada sahabat-sahabatku,
sejujurnya aku tak bermaksud pergi sesuka hati, menghilang lalu datang kembali (sesuka hati pula). Namun kalian yang mengenal aku, aku yakin, pasti telah mengerti apa maksud diriku harus pergi. Dan hingga kini pun, aku berniat belum akan kembali.
sejujurnya aku tak bermaksud pergi sesuka hati, menghilang lalu datang kembali (sesuka hati pula). Namun kalian yang mengenal aku, aku yakin, pasti telah mengerti apa maksud diriku harus pergi. Dan hingga kini pun, aku berniat belum akan kembali.
Rabu, 01 Januari 2014
Resolusi 2014
Malam ini mbakar apa buat tahun baruan?
Kalau aku, pengennya sih mbakar cintamu, biar membara buat aku :p
Ada sesuatu yang berbeda ketika merayakan pergantian tahun tadi? Atau sama saja seperti tahun-tahun yang lalu? Harusnya berbeda. Karena jika sama saja, lalu apa bedanya kita yang sekarang dengan kita di tahun yang lalu? Tidak adakah semacam kegiatan atau rencana atau keinginan lain yang ingin kita capai atau lakukan di tahun ini, yang kita tidak lakukan di tahun kemarin? Punya pacar bagi yang masih sigle misalnya .. ups :p
Minggu, 29 Desember 2013
Cinta itu ..
Benarkah mencintai itu kebebasan ?
Atau adakah batasnya ?
Jika memang ada, apakah yang membatasi itu ?
Apakah umur? Status sosial? Agama? Atau karena sudah ada yang memiliki?
Atau adakah batasnya ?
Jika memang ada, apakah yang membatasi itu ?
Apakah umur? Status sosial? Agama? Atau karena sudah ada yang memiliki?
Langganan:
Postingan (Atom)
